Peta Kota Singapura

Singapura merupakan ibukota dari Negara Singapura.

Peta Singapura / Singapore map

Singapura , nama resminya Republik Singapura, adalah sebuah negara pulau di lepas ujung selatan Semenanjung Malaya, 137 kilometer (85 mil) di utara khatulistiwa. Negara ini terpisah dari Malaysia oleh Selat Johor di utara, dan dari Kepulauan Riau, Indonesia oleh Selat Singapura di selatan. Pelabuhan Singapura adalah satu dari lima pelabuhan tersibuk di dunia. Ibukotanya adalah Singapura.

Peta Lokasi Rawan Macet Jakarta

Jakarta memang sudah terkenal dengan kemacetannya. Data dari Traffic Managemen Centre Kepolisian Daerah Metro Jaya menyebut, sedikitnya ada 67 titik rawan macet. Simpul kemacetan itu tersebar di 11 wilayah.

Kepala Sub Direktorat Pendidikan dan Rekayasa Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Katon Pinem, mengatakan, kemacetan disebabkan beberapa faktor seperti kapasitas jalan yang tak seimbang dengan jumlah kendaraan, jalan rusak, hujan, dan faktor kegiatan rutin masyarakat lainnya. 


Peta Lokasi Rawan Kejahatan Jakarta

Peta lokasi rawan kejahatan di Kota Jakarta
Wilayah Jakarta Pusat menduduki peringkat pertama tindak kejahatan selama Mei 2011 dengan jumlah 324 kasus. Sedangkan Kabupaten Tangerang menduduki posisi kedua sebanyak 323 kasus. Wilayah Jakarta Selatan menduduki peringkat ketiga, terkait jumlah tindak kejahatan yang mencapai 182 kasus. Polda Metro Jaya mencatat tindak kejahatan selama April 2011 tetap diduduki Jakarta Pusat yang mencapai 323 kasus, Kabupaten Tangerang sebanyak 296 kasus dan Jakarta Timur sekitar 253 kasus. 

Kepala Bidang Hubungan Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Baharudin Djafar mengatakan jenis kasus kejahatan terbanyak, yakni pencurian dengan pemberatan sebanyak 642 kasus, narkoba (417 kasus) dan pencurian kendaraan bermotor (352 kasus).  Berdasarkan jenis kejahatan yang terjadi meliputi kasus pembunuhan, penganiayaan berat, pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor, perjudian, pemerasan, pemerkosaan, narkoba dan kenakalan remaja. 

Polda Metro Jaya telah memetakan dan menempatkan personel di daerah rawan Jakarta Pusat, seperti di Jalan Gajah Mada, Hayam Wuruk, Simpang Coca Cola, Jalan Ahmad Yani dan Senen.  Selanjutnya, daerah rawan di Jakarta Utara sekitar Cilincing, Perempatan Mambo, Tanjung Priok, Jalan Perintis Kemerdekaan, Teluk Gong dan Ampera.   Daerah rawan di Jakarta Barat mencakup wilayah Cengkareng, Perempatan Grogol, Tomang, Slipi, Pesing dan Roxy. 

Wilayah Jakarta Selatan meliputi Pancoran, Mayestik, Cipete Raya, Cilandak dan Pasar Jumat.   Sedangkan Jakarta Timur, seperti Pasar Rebo, Perempatan Arion dan Rawamangun. Wilayah Bekasi yang rawan berada di Jalan Raya Bekasi, Kranji, Ujung Menteng dan Kali Malang.

klik peta untuk zoom
sumber peta: Dit Lantas Polda Metro Jaya
artikel: http://www.ceritamu.com/Peristiwa/Artikel/Ini-Peta-Lokasi-Rawan-Kejahatan-di-Jakarta-dan-Bek

Lihat juga Peta rawan macet Jakarta

Peta Rawan Kecelakaan Jakarta

Peta Rawan Kecelakaan / laka lantas di Kota Jakarta.


klik peta untuk zoom

Simbol dan Warna peta


A. SIMBOL PETA
Pada peta, Anda juga akan melihat simbol-simbol, gunanya agar informasi yang disampaikan tidak membingungkan. Simbol-simbol dalam peta harus memenuhi syarat, sehingga dapat menginformasikan hal-hal yang digambarkan dengan tepat. Syarat-syarat tersebut adalah: sederhana, mudah dimengerti dan bersifat umum (seperti disepakati oleh para kartografer).


1) Macam-macam simbol peta berdasarkan bentuknya.
Kalau Anda perhatikan, pada sebuah peta banyak terdapat simbol-simbol. Berikut ini kita akan pelajari mengenai simbol-simbol berdasarkan bentuknya.

a) Simbol titik, digunakan untuk menyajikan tempat atau data posisional, seperti
simbol kota, titik trianggulasi (titik ketinggian) tempat dari permukaan laut.
Contoh: simbol titik.

b) Simbol garis, digunakan untuk menyajikan data geografis seperti simbol sungai, batas wilayah, jalan, dsb.
Contoh: simbol garis.



c) Simbol luasan (area), digunakan untuk menunjukkan kenampakan area seperti: padang pasir, rawa, hutan.


d) Simbol aliran, digunakan untuk menyatakan alur atau gerak.
  
Contoh peta pola pengiriman kopi.
Berdasarkan simbol aliran pada gambar 2.16 dapat disimpulkan bahwa pengiriman kopi terbesar di dunia adalah dari wilayah Afrika Barat menuju wilayah Eropa.

e) Simbol batang, digunakan untuk menyatakan suatu harga/dibandingkan dengan harga/nilai lainnya.
Contoh: simbol batang.

Keterangan gambar
Berdasarkan simbol batang yang terdapat pada peta dan harga setiap ruasnya (1 ruas harganya 100.000 ton padi), dapat disimpulkan wilayah (propinsi) yang produksi padinya terbanyak adalah Kalimantan Selatan dan paling sedikit adalah Kalimantan Timur.

f) Simbol lingkaran, digunakan untuk menyatakan kuantitas (jumlah) dalam bentuk prosentase.
Contoh: simbol lingkaran.

Keterangan gambar
Berdasarkan simbol lingkaran pada gambar , dapat disimpulkan bahwa 1/4 bagian (25%) tanah digunakan untuk lain-lain (selain pertanian, perkebunan dan hutan). Sedangkan 3/8 bagian (37,5%) digunakan untuk pertanian, 3/8 bagian (37,5%) lagi digunakan untuk perkebunan dan kehutanan.
Pada simbol lingkaran, luas lingkaran mencerminkan jumlah data.

g) Simbol bola, digunakan untuk menyatakan isi (volume), makin besar simbol bola menunjukkan isi (volume) makin besar dan sebaliknya makin kecil simbol bola berarti isi (volume) makin kecil.
Contoh: simbol bola.

Keterangan gambar: Berdasarkan besarnya simbol bola, wilayah yang simbol bolanya lebih besar menunjukkan jumlah penduduknya lebih banyak.


2) Macam-macam simbol peta berdasarkan sifatnya.
Simbol-simbol yang Anda lihat pada peta, ada yang menyatakan jumlah dan ada yang hanya membedakan. Berdasarkan sifatnya, simbol peta dibedakan menjadi dua macam yaitu: simbol yang bersifat kualitatif dan bersifat kuantitatif.

a) Simbol yang bersifat kualitatif.
Simbol ini digunakan untuk membedakan persebaran benda yang digambarkan.
Misalnya untuk menggambarkan daerah penyebaran hutan, jenis tanah, penduduk dan lainnya.
Keterangan gambar
Untuk membedakan antara daerah A, B, dan C, digunakan arsir yang berbeda.

b) Simbol yang bersifat kuantitatif. Simbol ini digunakan untuk membedakan atau menyatakan jumlah.
Contoh: simbol yang bersifat kuantitatif.
 
Keterangan gambar 2.21.
Peta ini meng-gambarkan tingkat kepadatan penduduk. Makin rapat jarak antara titik menunjukkan daerah tersebut tingkat kepadatan penduduknya makin tinggi. Dapat disimpulkan daerah A memiliki kepadatan penduduk tertinggi dibandingkan dengan daerah B dan C.

Simbol yang bersifat kuantitatif antara lain: simbol titik, batang, lingkaran, bola dan dapat pula dengan perbedaan warna.

3) Macam-macam simbol berdasarkan fungsinya.
Penggunaan simbol pada peta tergantung fungsinya, untuk menggambarkan bentuk-bentuk muka bumi di daratan, di perairan atau bentuk-bentuk budaya manusia.
Berdasarkan fungsinya simbol peta dapat dibedakan menjadi: simbol daratan, simbol perairan dan simbol budaya.
a) Simbol daratan, digunakan untuk simbol-simbol permukaan bumi di daratan.
Contoh: gunung, pegunungan,
b) Simbol perairan, digunakan untuk simbol-simbol bentuk perairan.
Contoh: simbol perairan.
 
c) Simbol budaya, digunakan untuk simbolsimbol, bentuk hasil budaya.
Contoh: simbol budaya.
B. WARNA PETA
Perhatikanlah peta yang ada di sekolah Anda, warna apa saja yang ada pada peta tersebut? Peta yang berwarna akan lebih indah dilihat dan kenampakan yang ingin disajikan juga kelihatan lebih jelas.
Penggunaan warna pada peta harus sesuai maksud/tujuan si pembuat peta dan kebiasaan umum.
Contoh:
- laut, danau digunakan warna biru.
- temperatur (suhu) digunakan warna merah atau coklat.
- curah hujan digunakan warna biru atau hijau.
- dataran rendah (pantai) ketinggian 0 sampai 200 meter dari permukaan laut digunakan warna hijau.
- daerah pegunungan tinggi/dataran tinggi (2000 sampai 3000 meter) digunakan warna coklat tua.

Simbol dan warna merupakan bagian dari komponen / kelengkapan peta. Untuk mengetahui apa saja komponen dari peta silahkan klik Komponen peta.

Komponen / Kelengkapan Peta

Komponen-komponen/Kelengkapan Peta :
1. Judul Peta
Pada peta yang pernah Anda lihat, di bagian manakah biasanya judul peta diletakkan? Judul peta memuat isi peta. Dari judul peta Anda dapat segera mengetahui data dan daerah mana yang tergambar dalam peta tersebut. Contoh: 
- peta penyebaran penduduk pulau Jawa.
- peta bentuk muka bumi Asia.
- peta Indonesia.
Judul peta merupakan komponen yang sangat penting. Biasanya, sebelum pembaca memperhatikan isi peta, pasti terlebih dahulu judul yang dibacanya. Judul peta hendaknya memuat/mencerminkan informasi yang sesuai dengan isi peta. Selain itu, judul peta jangan sampai menimbulkan penafsiran ganda pada peta.
Judul peta biasanya diletakkan di bagian tengah atas peta. Tetapi judul peta dapat juga diletakkan di bagian lain dari peta, asalkan tidak mengganggu kenampakan dari keseluruhan peta.

2. Skala Peta
Selain judul Anda juga akan menemukan skala pada peta. Skala merupakan ciri yang membedakan peta dengan gambar lain. Skala peta sangat erat kaitannya dengan data yang disajikan.
Bila ingin menyajikan data secara rinci, maka gunakanlah skala besar, (1 : 5.000 sampai 1 : 250.000). Sebaliknya bila ingin menunjukkan data secara umum, gunakanlah skala kecil (1 : 500.000 sampai 1 : 1.000.000 atau lebih). Skala pada peta adalah perbandingan jarak antara dua titik di peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi.
Contoh: skala 1 : 500.000 artinya 1 cm jarak di peta sama dengan 500.000 cm ( 5Km) jarak sebenarnya di permukaan bumi. Skala peta akan dibahas lebih rinci pada modul 3 nanti.
Untuk lebih detil silahkan klik posting Skala Peta

3. Proyeksi Peta
Untuk menghindari terjadinya kesalahan yang lebih besar, dalam ukuran (luas, jarak) bentuk permukaan bumi pada peta, maka dalam pembuatan peta digunakan proyeksi peta. Proyeksi peta adalah teknik pemindahan bentuk permukaan bumi yang lengkung (bulat) ke bidang datar.

4. Legenda/Keterangan Peta
Pada peta yang pernah Anda lihat, adakah legenda/ keterangan petanya? Legenda juga merupakan komponen penting pada peta. Karena peta tanpa legenda.keterangan petanya, sulit untuk dibaca. Jadi agar mudah dibaca dan ditafsirkan, peta harus dilengkapi dengan legenda/ keterangan. Legenda menerangkan arti dari simbol-simbol yang terdapat dalam peta.
Legenda biasanya diletakkan di pojok kiri bawah peta. Selain itu legenda peta dapat juga diletakkan pada bagian lain peta, sepanjang tidak mengganggu kenampakan peta secara keseluruhan.

Gambar . Legenda/Keterangan Peta.

5. Petunjuk Arah/Tanda Orientasi

Petunjuk arah juga penting artinya pada peta. Gunanya untuk menunjukkan arah Utara, Selatan, Timur dan Barat. Tanda orientasi perlu dicantumkan pada peta untuk menghindari kekeliruan. Petunjuk arah pada peta
biasanya berbentuk tanda panah yang menunjuk ke arah Utara. Petunjuk ini diletakkan di bagian mana saja dari peta, asalkan tidak menggnaggu kenampakan peta.
Contoh: Petunjuk arah/tanda orientasi.


6. Simbol dan Warna
Agar pembuatan peta dapat dilakukan dengan lebih baik, ada dua hal yang perlu mendapat perhatian, yaitu simbol dan warna.
 simbol dan warna peta di bahas lebih mendalam di sini , karena materinya lumayan banyak dan penting.


7. Sumber dan Tahun Pembuatan Peta
Bila Anda membaca peta, perhatikan sumbernya. Sumber memberi kepastian kepada pembaca peta, bahwa peta tersebut bukan hasil rekaan dan dapat dipercaya. Selain sumber, perhatikan juga tahun pembuatannya. Pembaca peta dapat mengetahui bahwa peta itu masih cocok atau tidak untuk digunakan pada masa sekarang atau sudah kadaluarsa karena sudah terlalu lama.

Tontowi / Liliyana Gagal Raih Emas di Indonesia Open 2011

Indonesia gagal meraih emas di Djarum Indonesia Open setelah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir ditaklukkan ganda China, Zhang Nan/Zhao Yunlei  di partai terakhir. Hasil ini membawa China  meraih empat gelar di Indonesia Open 2011 dari nomor ganda putra, tunggal putri , ganda putri dan ganda campuran. Satu emas lainnya di raih pebulutangkis asal Malaysia, Lee Chong Wei pada tunggal putra.

Pada partai sebelumnya Ganda putri China, Wang Xiaoli/Yu Yang menggagalkan ambisi pasangan Indonesia, Vita Marissa/Nadya Melati untuk menjadi juara Indonesia Open Super Series Premier 2011.

Pada Set pertama  Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir unggul atas pasangan china dengan skor 22-20, akan tetapi pasangan Indonesia ini kalah pada set kedua dan ketiga dengan skor yang cukup jauh 21-14 dan 21-9.

Semoga pada event-event yang berikutnya Indonesia dapat menjadi juara...

baca juga :

Vita Marissa/Nadya Melati takluk di final Djarum Indonesia Open 2011

Ganda putri China, Wang Xiaoli/Yu Yang menggagalkan ambisi pasangan Indonesia, Vita Marissa/Nadya Melati untuk menjadi juara Indonesia Open Super Series Premier 2011.  Wang/Yu menaklukkan Vita/Nadya straight set 21-10 dan 21-12 di final di Istora Bung Karno, Senayan Jakarta, Minggu 26 Juni 2011. Vita/Nadya tak berdaya menghadapi unggulan utama asal China itu.

Mereka hanya sempat mengimbangi di awal set 1. Vita/Nadya mampu menjaga selisih poin tak pernah lebih dari 2.  Sayangnya, Vita/Nadya seperti terkunci di poin 9. Sejak saat itu, ganda China melaju untuk unggul 17-9, lalu menjadi 20-10. Wang/Yu menutup set 1 dengan 21-10.

Vita Marissa (kanan) dan Nadya Melati
Di set 2, pasangan China langsung unggul jauh 7-2, 10-3 dan 12-4. Sejak saat itu, Wang/Yu tak terbendung dan menutup pertandingan dengan 21-12.

Sejauh ini, China sudah meraih tiga gelar di Indonesia Open 2011 dari nomor ganda putra, tunggal putri dan ganda putri. Indonesia tinggal menyisakan harapan di nomor ganda campuran. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir akan meladeni ganda China, Zhang Nan/Zhao Yunlei yang akan bertanding di partai terakhir.

Lee Chong Wei Juara Indonesia Open 2011

Lee Chong Wei tampil sebagai juara tunggal putra Indonesia Open Super Series 2011. Di pertandingan puncak, Chong Wei mendominasi total lawannya, Peter Hoeg Gade.

Chong Wei yang diunggulkan di tempat pertama menang 21-11, 21-7 atas Gade, unggulan lima, dalam laga yang dipanggungkan di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (26/6/2011).

Sejak set pertama, tidak banyak yang bisa dilakukan oleh Gade untuk mencegah Chong Wei mengumpulkan poin demi poin. Chong Wei unggul 11-4, 18-9 dan akhirnya menutup set ini dengan 21-11.

Permainan makin tidak imbang di set kedua. Unggul 11-4 di pertengahan set, Chong Wei akhirnya memastikan diri menjadi juara usai menang 21-7 di set ini. Total, Chong Wei hanya butuh 31 menit untuk menyelesaikan pertandingan.

Ini adalah gelar ketiga secara beruntun dan keempat secara total buat Chong Wei di Indonesia Open. Pebulutangkis berusia 29 tahun itu juga jadi kampiun tahun 2007, 2009 dan 2010.

Peta Piri Reis - Peta Terlengkap Pertama di Dunia

Di sudut ruangan dalam sebuah istana peninggalan kerajaan Turki yang terkenal, Kerajaan Ottoman, Istana Topkapi di Konstantinopel, Istambul, ditemukan sebuah mahakarya yang dituangkan dalam bentuk Peta yang mencengangkan dunia Kartografi modern. Peta usang mengagumkan tersebut ditemukan oleh sekelompok sejarawan ketika sedang berkeliling di situs bersejarah tersebut. Dengan cepat mereka menyadari bahwa mereka sedang memandang sebuah karya yang amat mengagumkan dari seseorang bernama Piri Reis. Sebuah peta kuno yang telah memetakan Antartika!


Laksamana Piri Reis, Piri Reis lahir di Gallipoli, Turki, yang merupakan wilayah pantai. Ia hidup ditahun 1465-1554 atau tahun 877-961 dalam kalender Hijriyah. Nama aslinya, Muhiddin Piri. Ayahnya bernama Haci Mehmet, Pamannya Laksamana terkenal Kemal Reis. Ia menghabiskan masa kanak-kanak dan remaja bersama pamannya, Kemal Reis. Pamannya, yang mendorong Piri mencintai laut, pelayaran dan ilmu kartografi, adalah pelaut dan kapten kapal terkemuka di masa kekhalifahan Ottoman, Turki sekarang ini.

Piri Reis mengikuti jejak sang paman menjadi Pelaut, navigator dan Kartografer (Ahli Pembuat Peta) terkemuka di abad 16 yang pada akhirnya mewariskan peta dunia terlengkap yang pertama pada dunia. Yang juga menandung banyak misteri.

Peta usang yang mengagumkan tersebut sempat menghilang sekian ratus tahun. Peta tersebut ditandatangani oleh Piri Reis sendiri bertanggal Muharam 919 Hijriyah atau 9 Maret – 7 April 1513 Masehi. Tapi sayangnya, Peta yang tertulis di atas kulit rusa tersebut ditemukan hanya berupa cuplikan Peta berukuran 90 x 65 cm yang merupakan bagian dari Peta Dunia yang utuh. Dan hanya bagian itulah yang diketahui selamat hingga sekarang.

Dalam sejarahnya, Peta ini dibuat secara manual dengan menggabungkan dan menyamakan skala beberapa Peta di seluruh dunia yang ada pada saat itu ditambah rekaman perjalanan Piri Reis yang mendatangi beberapa tempat di dunia dalam tugasnya sebagai Laksamana Armada Perang Kerajaan Ottoman. Sumber Peta Piri Reis di sebut-sebut berjumlah 34 buah yang berbeda-beda. 20 Peta berasal dari zaman Alexander yang Agung, 8 Peta karya ahli geografi muslim, 4 Peta Portugis dan 1 Peta hasil karya Colombus.

Peta itu diringkas menjadi satu Peta Dunia versi Piri Reis. Ini sesuai dengan pengakuan Piri Reis. “Di dalam abad ini (disaat Piri hidup), Tak ada Peta seperti peta ini sebelumnya, dibuat dengan cara menggabungkan keseluruhan peta menjadi satu skala. Saling melengkapi dan saling mengkoreksi satu sama lain.. Maka hadirlah peta yang benar dan yang dapat dipercaya..”

Kontroversi
Sejak pertama kali ditemukan, Peta Piri Reis selalu menjadi kontroversi karena ke akuratan datanya yang menakjubkan yang memetakan kawasan-kawasan asing dan misterius dimasanya. Sehingga beberapa peneliti menyangsikan Piri Reis-lah yang membuat Peta tersebut.

Arlington T. Mallerey, pakar peta kuno, semula merasa bingung dengan peta karya Piri Reis. Pasalnya, data geografis pada peta tersebut tak berada dalam posisi yang tepat. Namun dengan bantuan US Navy Hydrographic Bureau, Mallerey membuat sebuah grid dan mentransfer peta Piri Reis ke dalam sebuah globe. Betapa terkejutnya ia karena peta tersebut ternyata sangat akurat.

Potongan Peta Dunia tersebut secara umum menggambarkan Pantai Barat Afrika, Pantai Timur Amerika Selatan dan Garis Pantai Utara Antartika dengan tingkat detail yang tinggi. Dalam goresannya bahkan Piri Reis menambahkan ekologi dan kebudayaan pada tempat-tempat tersebut. Beberapa fakta yang tidak bisa dikesampingkan adalah :
  • Perbandingan jarak antara Pantai Timur Amerika Selatan dan Pantai Barat Afrika pada Peta Piri Reis sama dengan Peta Modern saat ini.
  • Para ahli sepakat, beberapa tempat penting seperti Benua Antartika, baru ditemukan pada tahun 1818, berselang 300 tahun, dan baru di eksplorasi di abad 20. Sedangkan dalam Peta tersebut, Antartika telah berhasil digambarkan. Bahkan digambarkan sebagai “daratan yang memiliki tumbuhan” yang lebih menakjubkan tentang pemetaan antartika, Piri Reis bisa menggambarkan garis pantai Antartika yang secara Geologi, sejak 4000 tahun sebelum masehi hingga kini, Garis Pantai Antartika (terutama Pulau Queen Maud) sudah tertutup es hingga setebal 1 mil.
  • Pada Peta itu pula digambarkan Pulau Aegea masih di atas air. Hal ini bertentangan dengan pendapat para ahli bahwa Pulau Aegea tidak pernah benar-benar ditemukan karena selalu berada di bawah permukaan air sejak akhir zaman es sekitar 4000 tahun sebelum masehi.
  • Studi lanjutan dilakukan oleh Professor Charles H Hapgood dan Richard W Strachan. Mereka menemukan bahwa gambar karya Piri Reis kemungkinan merupakan gambar areal yang diprediksi hasil observasi dari ketinggian atau bahkan dari udara. Sungai, lembah, pegunungan, pulau dan padang pasir, digambarkan dengan akurasi yang tak lazim. Contohnya, Greenland direpresentasikan sebagai dua pulau yang berbeda. Kejanggalan ini akhirnya pupus setelah adanya konfirmasi dari para sekelompok Ilmuwan dari Perancis, yang melakukan ekspedisi kutub. Mereka menyatakan bahwa pada suatu waktu pernah terjadi gempa di kawasan tersebut yang membuat lapisan es merekah dan menghasilkan ruang pemisah.

Pada tanggal 6 Juli 1960, Angkatan Udara Amerika Serikat melalui Letkol. Harold Z. Ohlmeyer, Kepala Komando USAF, memberikan respon terhadap permintaan khusus pada Prof. Charles H. Hapgood dari Keen College, yang menjalankan analisa khusus terhadap Peta Piri Reis. Dalam surat resminya, Pihak US Air Force mengatakan, Peta Piri Reis memiliki keakuratan yang sama persis dengan hasil pemetaan garis pantai yang dilakukan oleh Swedish-British Antartic Expedition tahun 1949 dengan menggunakan peralatan canggih. Explorasi diteruskan pada abad 20 ketika ketinggian Es sudah mencapai 1 mil dari di atas permukaan air. Hal ini memunculkan tanda tanya besar, bagaimana Piri Reis mengetahuinya dengan hanya dengan teknologi di tahun 1513.

Para peneliti menduga Peta ini dibuat berdasarkan pencitraan dari atas dengan teknologi yang tinggi dilihat dari keakuratan dan sistematika pembuatannya. Dimana metoda itu mustahil dilakukan di abad ke 16 saat Piri Reis hidup.

Beberapa Teori
Dari fakta-fakta tersebut, berbagai teori bermunculan. Beberapa kelompok mengatakan bukan Piri Reis yang membuat peta tersebut. Piri Reis menemukan Peta tersebut lalu mengklaim menjadi miliknya, selanjutnya Piri Reis melakukan ekspedisi untuk membuktikan ke akuratan Peta yang dimilikinya dan membubuhkan tambahan-tambahan di beberapa bagian Peta.

Atau, Piri Reis memang membuat Peta tersebut atas dasar kompilasi dari 34 peta-peta yang sudah ada seperti yang ia katakan. Akan tetapi Piri Reis tetap merahasiakan Peta Kunci, Peta ke-35, yang menggambarkan daerah-daerah tak terjamah, Garis pantai Antartika, dan tempat-tempat menakjubkan yang belum terjelajahi. Pendukung teori ini berpendapat masih ada Peta lain yang lebih lengkap yang menjadi panduan dan rujukan utama Piri Reis untuk mengkompilasi menjadi Peta tersebut.

Lalu siapakah yang membuatnya? Banyak kalangan beranggapan Peta Piri Reis dibuat oleh kebudayaan yang jauh lebih maju, satu-satunya kebudayaan masa lampau yang maju dan juga masih di selubungi misteri adalah Benua Atlantis. Dipercaya Peta Piri Reis adalah satu bukti keberadaan Kebudayaan Benua Atlantis.

Bahkan ada pula yang mengkaitkan Peta Piri Reis dengan UFO dan Alien yang sampai sekarang keberadaannya masih menjadi kontroversi. Dipercaya UFO memiliki peran penting dalam pembuatan Peta tersebut. Dengan asumsi menggunakan teknologi yang jauh lebih maju yang mereka punyai, Peta ini tidak mustahil dapat dibuat.

Terlepas dari segala kontroversi pembuatan Peta tersebut, Piri Reis adalah orang yang sangat berjasa dalam andilnya terhadap Peta tersebut. Tahun 1513, Piri membuat buku dan peta mengenai navigasi, Kitab-I Bariye, sebuah sumbangan peradaban Islam terhadap ilmu pengetahuan khususnya dibidang kelautan dan pemetaan. Dalam catatan milik Piri Reis, tahun 1528, Piri Reis membuat peta kedua yang ditujukan untuk memberikan informasi terbaru bagi para pelaut dan navigator. Peta ini membuat informasi yang mengagumkan ilmuwan modern saat ini dengan memuat informasi sangat rinci mengenai Amerika, Lautan Atlantik, Eropa dan pantai-pantai Afrika yang belum terjelajahi oleh Penjajah Eropa pada masanya.
sumber : wtriatno.multiply.com/journal/item/17

Peta Pulau Bintan

Pulau Bintan adalah pulau di provinsi Kepulauan Riau, di mana terdapat Kota Tanjung Pinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Riau.di Pulau ini memiliki dua Pemerintahan, Pemerintah Kota Tanjungpinang yang terletak di Senggarang dan Tanjungpinang, sedang Pemerintah kabupaten bintan terletak di Bandar Seri Bintan. Pulau ini berdekatan dengan negara Singapura.

Peta Pulau Bintan :

Peta Kota Tanjungpinang

Tanjungpinang atau sebelumnya disebut Tanjung Pinang (disingkat Tg. Pinang) adalah ibu kota dari Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Yang terletak di koordinat 0º5' Lintang Utara dan 104º27' Bujur Timur, tepatnya di Pulau Bintan.

Kota ini memiliki pesona menarik dengan budaya Melayu-nya, kultur budaya yang terdapat di kota ini dominan berasal dari suku Melayu, lalu suku Tionghoa dan suku Bugis, serta suku Jawa. Bahasa daerah yang digunakan adalah bahasa Melayu yang tergolong klasik dan unik serta memiliki daya tarik tersendiri karena merupakan asal-usul (akar) dari bahasa Indonesia.

Kota ini memiliki cukup banyak daerah parawisata seperti Pulau Penyengat yang hanya berjarak kurang lebih 2 mil dari pelabuhan laut Tanjungpinang - Pelabuhan Sri Bintan Pura, Pantai Trikora dengan pasir putihnya terletak kurang lebih 65 km dari kota, dan pantai buatan yang terletak di garis pantai pusat kota sebagai pemanis atau wajah kota (waterfront city).
Peta Kota Tanjungpinang :

Peta Provinsi Kepulauan Riau

Kepulauan Riau adalah sebuah provinsi di Indonesia. Provinsi Kepulauan Riau berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja di sebelah utara; Malaysia dan provinsi Kalimantan Barat di timur; provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Jambi di selatan; Negara Singapura, Malaysia dan provinsi Riau di sebelah barat.

Kepulauan Riau merupakan provinsi baru hasil pemekaran dari provinsi Riau. Provinsi Kepulauan Riau terbentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 25 tahun 2002 merupakan Provinsi ke-32 di Indonesia yang mencakup Kota Tanjungpinang, Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kabupaten Lingga. Ibukotanya adalah Tanjungpinang.
Peta Provinsi Kepulauan Riau :

Peta Kota Pangkal Pinang

Kota Pangkal Pinang adalah salah satu Daerah Pemerintahan Kota di Indonesia yang merupakan bagian dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus merupakan ibukota Provinsi. Kota ini terletak di bagian timur Pulau Bangka.

Populasi Kota Pangkalpinang kebanyakan dibentuk oleh etnis Melayu dan Tionghoa suku Hakka yang datang dari Guangzhou. Ditambah sejumlah suku pendatang seperti Batak, Minangkabau, Palembang, Sunda, Jawa, Madura, Banjar, Bugis, Manado, Flores dan Ambon.
Peta Kota Pangkal Pinang :

Misteri Peta Antartika Oronteus Finaeus

Oronteus Finaeus sebenarnya adalah tukang gambar peta biasa. Tapi karya yang dikerjakan Topografer Perancis itu sampai sekarang masih menjadi misteri luar biasa. Mengapa…?

Di tahun 1532, Oronteus Finaeus menggambar sebuah peta dunia. Bukan masalah kalau yang digambarnya sekedar peta sekitar Benua Eropa, Afrika, Asia, dan sebagian Amerika, tapi yang menjadi luar biasa adalah bahwa Oronteus Finaeus menggambarkan Benua ke enam – yaitu Antarktika (Kutub Selatan)…! Padahal belum ada orang yang pernah berlayar sampai ke Antarktika…!

Dan yang lebih mencengangkan lagi, garis pantai pada peta Antarktika yang dihasilkan oleh Finaeus – ternyata sama persis seperti peta Antarktika modern saat ini…! Tentu saja hal ini menjadi luar biasa, karena benua Antarktika ditutupi es abadi yang tebalnya mencapai 2 Kilometer…

Dari mana Finaeus mengetahui semua itu…??? Itulah misteri yang belum terpecahkan hingga hari ini.
Saya pun akhirnya tertarik untuk sedikit mengupasnya…..
Siapa Oronteus Finaeus ?

Oronce Finé, Orotius Finaeus, Oronteus Finaeus (1494-1555)
Oronce Fine itulah sebutan marganya, dilahirkan di Briançon tahun 1494 dan besar di Paris. Dia sempat meringkuk dalam penjara tahun 1518. Walaupun ia sendiri adalah seorang ahli matematika, namun di tahun 1522 masih mendapat gelar medis dari universitas Navarre di Paris.

Tahun 1524, ia masuk sekali lagi dalam penjara dan di tahun yang sama ia membuat sebuah jam matahari dari bahan sisa gading. Pada abad ke-16, banyak orang menyukai karya-karya para ahli matematika. Akhirnya Oronteus Fine diangkat menjadi ahli perbentengan dan dipekerjakan di pertahanan Benteng Milan-Italia.

Tahun 1531, ia mendapat gelar kehormatan di Collège Royal Paris. Pada saat itu pula karirnya menanjak dengan menulis banyak karya ilmiah. Karya-karya itu yang sempat dipublikasikan a.l:
Risalah ilmu perbintangan dan alat-alat falak. Pada tahun 1520, dialah yang mengusulkan bahwa gerhana bulan dapat digunakan untuk menentukan garis bujur sebuah tempat.
Tahun 1519 Menemukan proyeksi peta dan kemudian memproduksi peta dunia yang sekarang ini kita pakai.
Di tahun 1544, menghitung nilai dari pi (22:7) = ( 22 2/9)/7, kemudian diperbaiki menjadi 47/15. Ia percaya bahwa bumi adalah pusat dari alam semesta.

Peta itu…

Gambar 1 – Peta Oronteus Finaeus tahun1532 di belahan bumi selatan 
Gambar 2 – Oronteus Finaeus menggambar kembali proyeksi modern peta kutub itu
Gambar 3 – Peta modern Antarctica

Peta ini ditemukan di Perpusatakaan Congress, Washington DC di tahun 1960 oleh Charles Hapgood. Bertuliskan “ digambar oleh Oronteus Finaeus tahun 1531”. Hampir sama persis dengan pemetaan Piri Reis, Antarctica ditunjukkan dengan es yang bebas mengalir seperti sungai, pola pengeringan dan coastline.

Peta Oronteus Finaeus lebih akurat dibanding peta yang lain pada waktu itu. Sesungguhnya, lebih akurat dibanding peta manapun yang dibuat sampai ke tahun 1800.

sumber:doctorhanif.blogspot.com/2010/05/misteri-aneh-peta-antartika.html

Peta Provinsi Riau

Riau adalah sebuah provinsi di Indonesia, dengan kawasan terletak pada bagian tengah pulau Sumatera dengan ibu kota Pekanbaru. Provinsi ini termasuk salah satu provinsi terkaya di Indonesia dengan mengandalkan hasil dari minyak bumi dan gas.

Penduduk provinsi Riau terdiri dari bermacam-macam suku bangsanya. Mereka bermukim di wilayah perkotaan dan di pedesaan di seluruh pelosok provinsi Riau. Adapun etnis-etnis yang terdapat di provinsi Riau antara lain Melayu, Jawa, Minangkabau, Tionghoa, Mandailing, Batak, Bugis, Aceh, Sunda, Banjar, dan Flores.

Peta Provinsi Riau :

Peta Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terdiri dari dua pulau utama yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung serta pulau-pulau kecil seperti P. Lepar, P. Pongok, P. Mendanau dan P. Selat Nasik, total pulau yang telah bernama berjumlah 470 buah dan yang berpenghuni hanya 50 pulau. Bangka Belitung terletak di bagian timur Pulau Sumatera, dekat dengan Provinsi Sumatera Selatan. Bangka Belitung dikenal sebagai daerah penghasil timah, memiliki pantai yang indah dan kerukunan antar etnis. Ibu kota provinsi ini ialah Pangkalpinang. Pemerintahan provinsi ini disahkan pada tanggal 9 Februari 2001.

Peta Provinsi Kepulauan Bangka Belitung :

Peta Provinsi Jambi

Jambi adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di pesisir timur di bagian tengah Pulau Sumatera dengan ibukota Jambi. Jambi adalah satu dari tiga provinsi di Indonesia yang ibukotanya bernama sama dengan nama provinsinya, selain Bengkulu dan Gorontalo. Jambi merupakan tempat berasalnya Bangsa Melayu yaitu dari Kerajaan Malayu di Batang Hari Jambi. Bahasa Melayu Jambi sama seperti Melayu Palembang dan Melayu Bengkulu, yaitu berdialek "o".
Peta Provinsi Jambi :

Peta Provinsi Bengkulu

Bengkulu (bahasa Belanda: Benkoelen atau Bengkulen, bahasa Inggris: Bencoolen, bahasa Malaysia: Bangkahulu)  sebuah provinsi yang terletak di Pulau Sumatera, Indonesia. Di sebelah utara berbatasan dengan Sumatera Barat, di sebelah timur dengan Jambi dan Sumatera Selatan, sedangkan di sebelah selatan dengan Lampung. Ibukota nya adalah Kota Bengkulu.
Bengkulu berasal dari bahasa Melayu-Jawi kata bang yang berarti "pesisir" dan kulon yang berarti "barat", kemudian terjadi pegeseran pengucapan bang berubah menjadi beng dan kulon menjadi kulu.

Pada saat Inggris berada di Bengkulu terjadi peristiwa gempa bumi besar yang diiringi Tsunami yang membuat wilayah geografis Bengkulu berubah. Hal itu terjadi pada sekitar tahun 1700-1800. Kejadian itu sampai membuat Benteng Malbourough selama beberapa tahun dikosongkan.
Peta Provinsi Bengkulu :

Sejarah Pembuatan Peta

Pembuatan Peta
Untuk sampai pada perkembangan yang mutakhir, sesungguhnya ilmu kartografi telah mencapai evolusi yang panjang. Karena peta telah dibuat beberapa ribu tahun sebelum masehi. Peta tertua pernah ditemukan lembaran tanah liat Babilon dari 2300 sebelum masehi. edangkan konsep bola dunia telah dikenal baik oleh filsuf Yunani pada zaman Aristotle (350 SM).


Kartografi Yunani dan Roma mencapai puncaknya pada masa Yunani kuno dan Roma melalui kartografer bernama Claudius Ptolemaeus (85-165 masehi), membuat peta dunia yang mencakup wilayah 60º N sampai 30º S. Karya monumentalnya “Guide to Geography” (Geographike hyphygesis) menjadi acuan dalam ilmu geografi sampai zaman kebangkitan Eropa (renaissance). 

Pada zaman pertengahan berkembang peta-peta Eropa yang didominasi dengan sudut pandang agama. Peta T-O merupakan peta dengan Jerusalem berada di tengah dan orientasi timur berada di bagian atas peta. Sementara itu kartografi berkembang lebih praktis dan realistis di daratan Arab dan Mediteran. Tentu saja peta-peta yang ada masih digambar dengan tangan dan penyebarannya sangat terbatas. Beberapa contoh peta yang berkembang pada abad pertengahan antara lain : Hereford Mappa Mundi sekitar tahun1300 merupakan
peta T-O, peta dunia Al-Idrisi yang merupakan tokoh muslim pada zaman raja Roger II yang dibuat tahun 1456, peta wilayah bagian utara (Northern region map) dari S. Munster’s cosmographia yang dibuat sekitar 1588.

Penemuan peta cetak dimulai pada awal abad 15. Peta cetak pertama menggunakan batang kayu yang diukir. Sedangkan cetakan dengan lembar tembaga dimulai abad 16 dan berkembang dalam bentuk yang standar sampai diketemukan teknik fotografis. Kartografi terutama berkembang selama zaman explorasi yaitu abad 15 dan 16. Pembuat peta waktu itu tertarik membuat peta navigasi untuk keperluan pelayaran. Peta navigasi tersebut menggambarkan garis pantai, pulau, sungai, pelabuhan dan kenampakan lain yang berkaitan dengan pelayaran. Beberapa peta diperlakukan sebagai peta yang mempunyai nilai tinggi untuk kepentingan ekonomi, militer dan diplomatik. Sehingga peta tersebut seringkali diklasifikasi sebagai rahasia. Salah satu contoh adalah peta navigasi dunia Genoese yang dibuat sekitar 1457.

Peta yang mencakup seluruh wilayah dunia terlihat pada awal abad 16 seiring dengan pelayaran Columbus dan lainnya untuk menemukan wilayah baru. Gerardus Mercator dari Flenders (Belgia) merupakan kartografer ternama pada pertengahan abad 16, yang mengembangkan proyeksi silinder yang sampai saat ini masih banyak digunakan untuk pemetaan navigasi dan peta global.

Kemudian Mercator mempublikasikan peta dunia tahun 1569 berdasarkan proyeksi silinder. Selanjutnya berkembang proyeksi peta lainnya. Beberapa contoh peta dunia pada zaman ini adalah : Waldseemuller (1507), Rosselli (1508), Apian (1530) dengan proyeksi Ptolemic, dan Van Keulen (1720) dengan proyeksi Mercator.
sumber: buku 40 tahun bakosurtanal.

Peta Pulau Nias

Nias (bahasa Nias Tano Niha) adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah barat Pulau Sumatera, Indonesia. Pulau ini dihuni oleh mayoritas suku Nias (Ono Niha) yang masih memiliki budaya megalitik. Daerah ini merupakan obyek wisata penting seperti selancar (surfing), rumah tradisional, penyelaman, lompat batu.

Pulau dengan luas wilayah 5.625 km² ini berpenduduk 700.000 jiwa. Agama mayoritas daerah ini adalah Kristen Protestan. Nias saat ini telah dimekarkan menjadi empat kabupaten dan 1 kota, yaitu Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Utara, dan Kota Gunungsitoli. Pulau Nias masuk dalam wilayah provinsi Sumatera Utara.

Peta Pulau Nias :

Peta Provinsi Lampung

Lampung adalah sebuah provinsi paling selatan di Pulau Sumatera, Indonesia. Di sebelah utara berbatasan dengan Bengkulu dan Sumatera Selatan.

Provinsi Lampung dengan ibukota Bandar Lampung, yang merupakan gabungan dari kota kembar Tanjungkarang dan Telukbetung memiliki wilayah yang relatif luas, dan menyimpan potensi kelautan. Pelabuhan utamanya bernama Pelabuhan Panjang dan Pelabuhan Bakauheni serta pelabuhan nelayan seperti Pasar Ikan (Telukbetung), Tarahan, dan Kalianda di Teluk Lampung.

Sedangkan di Teluk Semangka adalah Kota Agung (Kabupaten Tanggamus), dan di Laut Jawa terdapat pula pelabuhan nelayan seperti Labuhan Maringgai dan Ketapang. Di samping itu, Kota Menggala juga dapat dikunjungi kapal-kapal nelayan dengan menyusuri sungai Way Tulang Bawang, adapun di Samudra Indonesia terdapat Pelabuhan Krui.

Peta Provinsi Lampung :

Peta Provinsi Sumatera Selatan

Peta Sumsel. Sumatera Selatan adalah salah satu provinsi Indonesia yang terletak di bagian selatan Pulau Sumatera. Provinsi ini beribukota di Palembang. Secara geografis provinsi Sumatera Selatan berbatasan dengan provinsi Jambi di utara, provinsi Kep. Bangka-Belitung di timur, provinsi Lampung di selatan dan Provinsi Bengkulu di barat. Provinsi ini kaya akan sumber daya alam, seperti minyak bumi, gas alam dan batu bara. Selain itu ibu kota provinsi Sumatera Selatan, Palembang, telah terkenal sejak dahulu karena sempat menjadi ibu kota dari Kerajaan Sriwijaya.

Di samping itu, provinsi ini banyak memiliki tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi seperti Sungai Musi, Jembatan Ampera, Pulau Kemaro, Danau Ranau, Kota Pagaralam dan lain-lain. Karena sejak dahulu telah menjadi pusat perdagangan, secara tidak langsung ikut memengaruhi kebudayaan masyarakatnya. Makanan khas dari provinsi ini sangat beragam seperti pempek, model, tekwan, pindang patin, pindang tulang, sambal jokjok, berengkes dan tempoyak.
Peta Provinsi Sumatera Selatan :




Peta Provinsi Sumatera Barat

Peta Sumatera Barat. Provinsi ini terletak di pesisir barat pulau Sumatera, Indonesia dan merupakan provinsi terluas kesebelas di Indonesia dengan ibukota Padang.

Provinsi ini identik dengan kampung halaman Minangkabau, dan pernah menjadi kawasan penghasil emas kemudian menjadi kawasan sentra produksi lada atau merica, serta memainkan peranan penting dalam perdagangan yang melibatkan para pedagang dari India, China, Arab, Portugis kemudian Inggris dan Belanda.

Peta Provinsi Sumatera Utara

Peta. Sumatera Utara yang sering disingkat Sumut adalah sebuah provinsi yang terletak di Pulau Sumatera, Indonesia. Provinsi ini merupakan wilayah multi-etnis yang dihuni oleh banyak suku bangsa.

Pusat pemerintahan Sumatera Utara terletak di kota Medan. Sebelumnya, Sumatera Utara termasuk ke dalam Provinsi Sumatra sesaat Indonesia merdeka pada tahun 1945. Tahun 1950. Provinsi Sumatera Utara dibentuk meliputi sebagian Aceh. Tahun 1956, Aceh dipisahkan menjadi Daerah Otonom dari Provinsi Sumatera Utara.

Provinsi Sumatera Utara terletak pada 1° - 4° Lintang Utara dan 98° - 100° Bujur Timur, Luas daratan Provinsi Sumatera Utara 71.680 km².
Sumatra Utara pada dasarnya dapat dibagi atas:

    Pesisir Timur
    Pegunungan Bukit Barisan.
    Pesisir Barat.
    Kepulauan Nias.

Pesisir timur merupakan wilayah di dalam provinsi yang paling pesat perkembangannya karena persyaratan infrastruktur yang relatif lebih lengkap daripada wilayah lainnya. Wilayah pesisir timur juga merupakan wilayah yang relatif padat konsentrasi penduduknya dibandingkan wilayah lainnya.

Di daerah tengah provinsi berjajar Pegunungan Bukit Barisan. Di pegunungan ini ada beberapa dataran tinggi yang merupakan kantong-kantong konsentrasi penduduk. Tetapi jumlah hunian penduduk paling padat berada di daerah Timur provinsi ini. Daerah di sekitar Danau Toba dan Pulau Samosir juga menjadi tempat tinggal penduduk yang menggantungkan hidupnya kepada danau ini.

Pesisir barat biasa dikenal sebagai daerah Tapanuli.

Di Sumatera Utara saat ini terdapat dua taman nasional, yakni Taman Nasional Gunung Leuser dan Taman Nasional Batang Gadis. Menurut Keputusan Menteri Kehutanan, Nomor 44 Tahun 2005, luas hutan di Sumatera Utara saat ini 3.742.120 hektare (ha). Yang terdiri dari Kawasan Suaka Alam/Kawasan Pelestarian Alam seluas 477.070 ha, Hutan Lindung 1.297.330 ha, Hutan Produksi Terbatas 879.270 ha, Hutan Produksi Tetap 1.035.690 ha dan Hutan Produksi yang dapat dikonversi seluas 52.760 ha.

Peta Provinsi Sumatera Utara :


Tata Cara Penulisan Peta

Tata Cara Penulisan pada Peta. Untuk membuat tulisan (lettering) pada peta ada kesepakatan di antara para ahli (kartografer) yaitu sebagai berikut:

1. Nama geografi ditulis dengan bahasa dan istilah yang digunakan penduduk setempat.
Contoh: Sungai ditulis Ci (Jawa Barat), Kreung (Aceh), Air (Sumatera Utara). Nama sungai ditulis searah dengan aliran sungai dan menggunakan huruf miring.



2. Nama jalan ditulis harus searah dengan arah jalan tersebut, dan ditulis dengan huruf cetak kecil.

3. Nama kota ditulis dengan 4 cara yaitu:
  •  di bawah simbol kota.
  •  di atas simbol kota.
  • di sebelah kanan simbol kota.
  • di sebelah kiri simbol kota.

Fungsi Peta

Peta sangat bermanfaat dan diperlukan oleh manusia. Dengan peta Anda dapat mengetahui atau menentuka lokasi yang Anda cari, walaupun Anda belum pernah mengunjungi tempat tersebut.

Secara umum fungsi peta dapat disimpulkan sebagai berikut:
  1. Menunjukkan posisi atau lokasi suatu tempat di permukaan bumi.
  2. Memperlihatkan ukuran (luas, jarak) dan arah suatu tempat di permukaan bumi.
  3. Menggambarkan bentuk-bentuk di permukaan bumi, seperti benua, negara, gunung, sungai dan bentuk-bentuk lainnya.
  4. Membantu peneliti sebelum melakukan survei untuk mengetahui kondisi daerah yang akan diteliti.
  5. Menyajikan data tentang potensi suatu wilayah.
  6. Alat analisis untuk mendapatkan suatu kesimpulan.
  7. Alat untuk menjelaskan rencana-rencana yang diajukan.
  8. Alat untuk mempelajari hubungan timbal-balik antara fenomena-fenomena (gejala-gejala) geografi di permukaan bumi.

Kupang

Kota Kupang merupakan ibukota dari provinsi Nusa Tenggara Timur. Untuk info lebih anda bisa cari di google atau wikipedia.
Peta Kota Kupang :

Jayapura

Jayapura merupakan ibukota Provinsi Papua, provinsi paling timur indonesia.
Peta kota Jayapura :


Kebumen

Peta Kota Kebumen, Jawa Tengah Indonesia. Kota Kebumen berada di jalur selatan. Untuk info lebih banyak tentang kebumen anda bisa cari di google atau wikipedia.

Peta Provinsi Papua

Peta Provinsi Papua. Papua adalah sebuah provinsi terluas Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Papua atau bagian paling timur West New Guinea (Irian Jaya). Belahan timurnya merupakan negara Papua Nugini atau East New Guinea.

Provinsi Papua dulu mencakup seluruh wilayah Papua bagian barat, sehingga sering disebut sebagai Papua Barat terutama oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM), gerakan separatis yang ingin memisahkan diri dari Indonesia dan membentuk negara sendiri. Pada masa pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, wilayah ini dikenal sebagai Nugini Belanda (Nederlands Nieuw-Guinea atau Dutch New Guinea). Setelah berada bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia Indonesia, wilayah ini dikenal sebagai Provinsi Irian Barat sejak tahun 1969 hingga 1973. Namanya kemudian diganti menjadi Irian Jaya oleh Soeharto pada saat meresmikan tambang tembaga dan emas Freeport, nama yang tetap digunakan secara resmi hingga tahun 2002.

Nama provinsi ini diganti menjadi Papua sesuai UU No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua. Pada tahun 2003, disertai oleh berbagai protes (penggabungan Papua Tengah dan Papua Timur), Papua dibagi menjadi dua provinsi oleh pemerintah Indonesia; bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian baratnya menjadi Provinsi Irian Jaya Barat (setahun kemudian menjadi Papua Barat). Bagian timur inilah yang menjadi wilayah Provinsi Papua pada saat ini.
Peta Provinsi Papua :

Peta Provinsi Papua Barat

Peta Papua Barat. Papua Barat (sebelumnya Irian Jaya Barat disingkat Irjabar) adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian barat Pulau Papua. Ibukotanya adalah Manokwari. Nama provinsi ini sebelumnya adalah Irian Jaya Barat yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2007 tanggal 18 April 2007, nama provinsi ini diubah menjadi Papua Barat. Papua Barat dan Papua merupakan provinsi yang memperoleh status otonomi khusus.

Wilayah provinsi ini mencakup kawasan kepala burung pulau Papua dan kepulauan-kepulauan di sekelilingnya. Di sebelah utara, provinsi ini dibatasi oleh Samudra Pasifik, bagian barat berbatasan dengan provinsi Maluku Utara dan provinsi Maluku, bagian timur dibatasi oleh Teluk Cenderawasih, selatan dengan Laut Seram dan tenggara berbatasan dengan provinsi Papua.

Peta Provinsi Papua Barat :