Si Tedong Bonga - Toraja

Kalau ada kerbau yang diperjualbelikan seharga mobil mewah, pastilah itu si kerbau bule yang belang alias Tedong Bonga. Tedong Bonga adalah sumber daya genetika asli yang merupakan endemik spesies yang hanya terdapat di Tana Toraja. Hewan yang satu ini tergolong sulit dikembangbiakan dan dengan tingginya permintaan untuk dipotong pada upacara-upacara adat di Tana Toraja maka harganya bisa mencapai kisaran dua ratus juta rupiah. Harga yang fantastik untuk seekor kerbau, bukan?


Ragam corak dan kemulusan kulit yang konon menentukan harganya. Kerbau belang ini dihargai Rp.150 Juta. Itupun bukan harga tertinggi. Kerbau albino belang jenis bubalus bubalis atau kerbau lumpur di Toraja memang cantik. Harganya pun bisa mencapai Rp 350 juta, hampir setara mobil Mercy B 180.

Menurut Obed, kerbau belang yang berumur dua hingga tiga tahun harganya sangat tinggi. "Kerbau jenis ini untuk disembelih saat acara ritual pemakaman (kematian) bagi bangsawan di Mamasa. Biaya yang dibutuhkan pada acara ritual kematian bagi bangsawan sangat mahal sehingga mereka sejak dini melakukan pengembangan ternak kerbau belang untuk persiapan acara pesta ritual kematian bagi kalangan keluarga mereka," ujar Obed Nego.
Si Tedong Bolang
Jika tak memiliki kerbau belang, keluarga itu harus segera mencari kerbau sejenis untuk disembelih dalam acara ritual itu. Menurut keyakinan masyarakat setempat, jika tidak menyembelih kerbau belang, arwah yang meninggal akan tetap ”gentayangan”. Adat itu sudah berlangsung turun-temurun dan menjadi suatu kewajiban bagi bangsawan untuk menyembelih kerbau belang.

Ia mengatakan, acara ritual itu mirip dengan pelaksanaan upacara pemakaman jenazah Rambu Solo’ di Kabupaten Tanah Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang juga memiliki garis keturunan yang sama.

Dia menjelaskan, hingga saat ini kerbau belang di Mamasa belum mengalami kepunahan karena rata-rata masyarakat setempat tetap melestarikan hewan langka tersebut yang sangat dibutuhkan bagi masyarakat bangsawan di Mamasa. "Peterenak di Mamasa masih mengembangkan kerbau belang meskipun pangsa pasarnya hanya terdapat di Mamasa dan Toraja," katanya.
dari banyak sumber:
http://wikiberita.net
http://blog.smartbunda.net
http://torajacybernews.com

Silahkan lihat juga:


No comments:

Post a Comment

Klik peta atau klik kanan buka tab baru untuk peta ukuran penuh, terima kasih.