Profil Yingluck Shinawatra

Yingluck Shinawatra lahir 21 Juni 1967 ( 44 tahun) adalah perdana menteri Thailand terpilih yang mengikuti pemilu tahun 2011. Ia merupakan adik dari mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra. Yingluck adalah anak bungsu daripada sembilan bersaudara Lert Shinawatra dan Yindee Shinawatra . Beliau lulusan sarjana muda dari Fakultas ilmu Politik dan administrasi publik, Universitas Chiang Maipada tahun 1988 dan memperolehi ijazah sarjana dalam administrasi publik  dari Kentucky State University , Amerika Syarikat , pada tahun 1991.

Pada 2007 Partai Kuasa Rakyat yang dikaitkan dengan abangnya dibubarkan oleh Mahkamah Perlembagaan Thailand kerana telah melanggar undang-undang pilihan raya, Thaksin mendirikan parti lain dan adiknya Yingluck Shinawatra yang menjadi pemimpin partai. Awalnya Yingluck tidak bersedia memimpin partai dan lebih suka berkarir dalam bidang perniagaan, namun setelah mendapat ajakan resmi dari partainya Pheu Thai akhirnya iapun menerima.

Menjelang 2011, banyak ahli Partai Pheu Thai mengunjungi Thaksin di Dubai untuk membicarakan keputusannya memilih Yingluck . Namun Thaksin bersikukuh dengan keputusannya  dan adiknya tidak akan mengkhianatinya.  Thaksin menyatakan adiknya itu bukan boneka tetapi klon beliau.Klon bermakna ‘budaya, latar belakang, ide, sikap dan pemikiran yang sama’.  Jadi tidaklah perlu beliau kembali memimpin Thailand. Peluang untuk menang amat cerah kerana memiliki aura kepimpinan seperti Thaksin.

Shinawatra menjadi perempuan pertama Thailand yang  menjadi perdana menteri negara itu setelah,  partainya memenangkan mayoritas kursi di parlemen dalam sebuah pemilihan umum nasional. partai Yingluck, Pheu Thai, memenangkan 265 kursi di 500 kursi di parlemen negara itu. Partai Demokrat  menjadi partai oposisi utama dengan 159 kursi.
Ratusan pendukung „baju merah“ merayakan kemenangan Yingluck Shinawatra. Dalam pidato pertamanya, Perdana Menteri Thailand terpilih itu berjanji menjalankan kebijakan populis, yakni memperjuangkan biaya hidup yang murah, akses pendidikan yang terjangkau dan pinjaman modal dengan bunga rendah bagi para petani.

Banyak kalangan meragukan, apakah Yingluck akan mampu merealisasikan janji-janji politiknya termasuk membagikan komputer tablet gratis bagi anak-anak sekolah dan menaikkan upah minimum di Thailand secara
signifikan.
Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva telah mengakui kekalahannya. Dia mengatakan "Puea-Thai telah menang dan kami mengakui kekalahan kami dari Partai Puea-Thai, yang akan membentuk pemerintahan berikutnya.
Saya mengucapkan selamat kepada Yingluck, yang akan segera menjadi Perdana Menteri".


Silahkan lihat juga:


1 comment:

Klik peta atau klik kanan buka tab baru untuk peta ukuran penuh, terima kasih.